Sabtu, 13 August 2022

SKOI KALTIM SUMBANG MEDALI PERTAMA KALTIM DI PON PAPUA, GURU BANGGA


  • rusmul,
  • 02 Oktober 2021
15.kviews

SAMARINDA-Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim kembali membuktikan diri mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kalimantan Timur di berbagai event yang diikuti.
Terbaru, dari 8 medali yang telah diperoleh Kaltim (per tanggal 1 Oktober 2021) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, 3 medali merupakan sumbangsih alumni  sekolah yang berdiri sejak 2010 silam ini.
Bahkan medali emas pertama Kaltim lahir dari ayunan kaki alumni SKOI tahun 2019, Anjang Pius Saruman melalui cabang olahraga Sepatu Roda nomor Individual Time Trial (ITT) 500 meter putra.
Dalam perlombaan yang berlangsung di Klemen Tinal Roller Sport Arena, Kota Jayapura itu, laki-laki kelahiran Sidoarjo 21 tahun silam itu menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 41,790 detik.
Masih dari cabang olahraga yang sama, Rangga Putra Pratama Wibisono yang merupakan alumni SKOI tahun 2020 menyumbang medali perunggu dari nomor ITT 300 meter putra.
Rangga yang lahir di Samarinda 18 tahun lalu itu bahkan sempat dinyatakan meraih medali perak pada situs resmi PB PON Papua, namun pada pantauan terakhir PPID Dispora Kaltim di situs yang sama, Rangga dinyatakan mendapat perunggu.
Terakhir di cabang olahraga taekwondo, dara cantik alumni SKOI 2020, Saskia Ayu Maharani turut mencatatkan namanya sebagai penyumbang medali bagi Benua Etam.
Melalui sepakan tendangannya, Saskia yang lahir di Kota Balikpapan 20 tahun lalu ini menggondol medali perunggu dari nomor Gyorugi - Welter (Under 67 ) Putri.
Guru Bahasa Indonesia SKOI Kaltim, Khairaty menyatakan kebanggaannya atas prestasi anak didiknya itu.
"Bangga sekali, sebagai guru mereka pasti ada rasa haru dan kebanggan yang luar biasa bagi kami guru-guru di SKOI. Setiap anak-anak kami meraih medali pasti ramai di grup WA. Kami semua senang banget," ujarnya.
Tak hanya Khairaty, guru-guru lain tamlak mengekspresikan kebanggaan mereka melalui akun media sosial miliknya.
Salah satunya Safitry Wahyuni, Guru Bahasa Inggris SKOI Kaltim yang menulis "Big congrats to our former students!" dengan menyertakan gambar Anjang dan Rangga.
4 Jam berselang, tulisan itu ditanggapi langsung oleh Rangga dengan menuliskan "Terima kasih Ibu".
Safitry pun menyelipkan pesan kepada Rangga "keren dan membanggakan sekali nak. Terus berprestasi ya..".
Kebanggaan ini tentu bukan suatu yang berlebihan, keterikatan guru dan murid di SKOI Kaltim berlangsung rata-rata selama kurang lebih 6 tahun. Tentu banyak cerita didalamnya, apalagi mereka berdiam di Asrama yang berlokasi dekat Stadion Palaran itu selama 24 jam penuh.
Kebanggaan itu tentu tak hanya dirasakan guru-guru mereka, tapi juga semua staf pendukung di SKOI Kaltim serta seluruh Masyarakat Kalimantan Timur tentunya. (rdi/ppiddisporakaltim)